Beranda » RCTI » Pasca Teror Bom, Sebaiknya Anak Jangan Dulu Nonton TV

Pasca Teror Bom, Sebaiknya Anak Jangan Dulu Nonton TV

Dilihat 358x | Tags RCTI,

Pasca Teror Bom, Sebaiknya Anak Jangan Dulu Nonton TV Agustus 2017

Melihat tayangan streaming rcti waktu ini tidak lepas dari keseharian anak-anak. Tetapi, pasca terjadinya teror bom di Jl MH Thamrin, Jakarta terhadap Kamis tempo hari, baiknya ortu lebih selektif lagi dalam urusan tayangan Televisi yg disaksikan anak.

Psikolog Anna Surti Arianni memaparkan, tambah baik jangan sampai bolehkan anak utk melihat Televisi sementara. Jikalau mereka mau menyaksikan Televisi, lebih dampingi lagi & pilihkan program yg benar-benar ramah anak.

Perempuan yg akrab disapa Nina ini mengungkapkan, layak diingat terhadap anak umur sekolah basic, waktu beliau menyaksikan kejadian itu berkali-kali walau kenyataannya cuma satu video yg sama yg diputar berulang, anak dapat punya anggapan kejadian itu berjalan lagi & lagi.

"Walaupun yg diputar & ditayangkan di Televisi videonya itu-itu aja, tetapi anak mampu berpikir histori itu terulang tetap. Jadinya menakutkan untuk ia," kata Nina kala berbincang bersama DetikHealth, Jumat (15/1/2016).

Dirinya melanjutkan, anak tak hingga rincian menyaksikan unsur-unsur yg sama dalam video tersebut. "Anak kan pemahamannya terbatas menjadi beliau mikirnya ya ini kok histori ada lagi, ada lagi," tambahnya.

Biarpun orang lanjut umur hendak mengetahui berita terupdate soal kejadian ini, Nina menyarankan utk melihat tayangan di Televisi namun sesudah anak tidur. Apabila anak belum tidur, mencoba cari sumber kabar yg lain, contohnya dgn menggunakan gadget. Waktu anak mau tahu apa yg dibaca orangtua, katakan saja seandainya yg dibaca oleh ayah atau ibunya merupakan urusan orang dewasa.

Nah, tv indonesia online kebanyakan bila dilarang anak bakal penasaran. Dulu, bagaimanakah bila orangtua berbohong & contohnya mengemukakan yg sedang di lihat yakni pekerjaannya?

"Saya nggak menyarankan buat bohong ya. Katakan aja ini memang lah urusan orang dewasa & benar-benar anak kan belum dewasa. Seandainya beliau nanya dewasa itu macam mana, bilang aja bila telah miliki KTP nah kan kenyataannya anak memang lah belum punyai KTP. Menjadi beliau dapat ngerti lantaran memang lah ada kenyataan yg konkret," jelas Nina.


Keywords : Pasca Teror Bom, Sebaiknya Anak Jangan Dulu Nonton TV,